Brilio.net - Sebuah momen penuh keharuan menyelimuti ruang operasi pada Kamis, 2 Juli 2026. Dokter spesialis kandungan, dr. Benediktus A, MPH, SpOG(K), membagikan kisah luar biasa mengenai persalinan sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan dari pasangan suami istri bernama Mina dan Yusuf. Kehadiran buah hati ini menjadi akhir yang indah bagi penantian panjang pasangan tersebut selama 22 tahun.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya @drbennyarifin, dokter spesialis kandungan yang akrab disapa dr. Benny ini menceritakan bahwa proses persalinan berlangsung dengan suasana yang sangat menyentuh hati hingga membuat matanya sembab oleh air mata.

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

“TUHAAAAAN….kali ini saya operasi dg mata sembab dg airmata 🥹😭

Mungkin salah satu alasan Yang Maha Kuasa memanggil saya menjadi dokter kandungan adalah untuk menjadi bagian/saksi momen seperti ini: saat doa, ilmu, ikhtiar, dan kuasa-Nya bertemu dalam satu keajaiban🥹😭

Hari ini, 2 Juli 2026, menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam hidup saya. Sambil berlinang air mata saya melahirkan sepasang bayi kembar ini

Saya menjadi saksi lahirnya dua bayi kembar, laki-laki 👶🏻dan perempuan👧🏼, setelah 22 tahun penantian orang tuanya, Mina & Yusuf,” tulis sang dokter mengawali caption unggahan videonya, dikutip brilio.net dari TikTok @drbennyarifin, Selasa (7/7/2026).

Pasangan suami-istri ini diketahui menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggalnya di Dusun Sumur, Desa Keramat, Kecamatan Sumenep, Madura, demi menjemput impian memiliki keturunan di Morula IVF Surabaya.

“… Mereka datang jauh dari Dusun Sumur, Desa Keramat, Sumenep, Madura. Perjalanan mereka bukan perjalanan yang mudah. Ada doa yang panjang, air mata yang tidak sedikit, dan perjuangan yang hanya mereka dan Tuhan yang benar-benar tahu….,” lanjut sang dokter.

Tangis Syukur dan Lantunan Azan di Telinga Bayi Kembar

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

Suasana di dalam ruang bersalin seketika berubah haru begitu suara tangisan pertama dari kedua bayi kembar tersebut terdengar. Sang ayah, Yusuf, tidak kuasa menahan air mata bahagianya atas karunia yang telah dinantikan selama puluhan tahun. Di tengah suasana penuh emosional tersebut, Yusuf menyempatkan diri untuk melantunkan azan di telinga kedua buah hatinya yang baru saja lahir ke dunia.

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

Momen bersejarah dan penuh rasa syukur tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah foto bersama yang menampilkan dr. Benny, kedua orang tua, serta sepasang bayi kembar tersebut. Bagi dr. Benny, pengalaman menangani program bayi tabung kali ini terasa sangat spesial dan membuatnya merasa sangat bersyukur atas profesinya sebagai dokter kandungan yang dapat menjadi saksi hidup dari sebuah keajaiban.

Perjuangan Berat Melawan Keterbatasan Medis dengan AMH 0,1

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

Perjalanan medis yang ditempuh oleh Mina dan Yusuf digambarkan tidaklah mudah serta penuh dengan tantangan yang menguras emosi. Berdasarkan penjelasan medis, Mina menjalani program kehamilan ini dengan kondisi kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) yang sangat rendah, yaitu berada di angka 0,1. Angka tersebut secara medis menunjukkan bahwa cadangan sel telur sangat tipis, sehingga peluang keberhasilan kehamilan melalui metode IVF (In Vitro Fertilization) sempat dinilai hampir mustahil.

Mengenai beratnya perjuangan pasangan asal Madura tersebut, dr. Benny memberikan kesaksian langsung.

"Ada doa yang panjang, air mata yang tidak sedikit, dan perjuangan yang hanya mereka dan Tuhan yang benar-benar tahu. Dengan kondisi AMH 0,1, harapan itu pernah terasa amat amat sangat kecil. Namun hari ini, Yang Maha Kuasa menunjukkan bahwa tidak ada doa dan usaha yang sia-sia," ungkap Benny melalui pernyataan tertulisnya.

Misi Menyebarkan Harapan bagi Pejuang Garis Dua

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

Keberhasilan program bayi tabung yang mendebarkan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim medis di Morula IVF Surabaya yang setia mendampingi seluruh proses dari awal hingga persalinan. Benny menegaskan bahwa keputusan untuk membagikan kisah menyentuh ini ke media sosial sama sekali bukan bertujuan untuk mencari pujian ataupun ajang pamer.

Tujuan utama dari publikasi kisah Mina dan Yusuf ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat serta harapan bagi pasangan lain yang sedang berjuang mendapatkan keturunan. Melalui kisah ini, publik diajak untuk tetap tekun, terus berusaha, dan tidak berhenti berdoa, karena keyakinan bahwa mukjizat dan hasil nyata dari sebuah usaha dapat terjadi melalui perantara tim medis mana saja.

22 tahun menanti lahir bayi kembar © 2026

22 tahun menanti lahir bayi kembar
© 2026 /TikTok @drbennyarifin

“…Saat tangis pertama kedua bayi terdengar di ruang operasi, hati saya ikut bergetar. Saya melihat sendiri bagaimana penantian panjang itu berubah menjadi tangis syukur.

Selamat datang, anak-anak hebat.
Kalian lahir dari cinta, kesabaran, dan doa yang sangat panjang. 🥹😇❤️🥰👶🏻👧🏼

Terima kasih seluruh Tim @morulaivfsurabaya yg sudah berjalan mendampingi proses IVF yg serasa hampir mustahil ini.

PS: Berbagi kisah ini BUKAN utk pujian/pameran, tp semata utk membangkitkan harapan, mengajak kita utk bertekun, berdoa, berusaha. Tdk harus dg saya, dg semua pun bisa. Tuhan bekerja pada & melalui siapa saja, tetaplah #SPREADKINDESS #NEVERLOSEHOPE,” pungkas Benny.