Brilio.net - Nama K.H. Hasan Abdullah Sahal menjadi perhatian setelah menyampaikan sambutan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Dalam acara tersebut, Kiai Hasan berbicara di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tamu undangan.
Salah satu pernyataannya yang kemudian ramai diberitakan adalah soal kehidupan pimpinan pesantren yang menurutnya tidak boleh lebih mewah dibandingkan santri.
"Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden. Boleh disaksikan, kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya melebihi makanan santri, pakaian santri, kendaraan santri, rumah santri, protes boleh. Boleh dikritik, boleh didemo. Inilah Gontor," kata Kiai Hasan dalam sambutannya, seperti dilansir brilio.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (20/9/2026).
K.H. Hasan Abdullah Sahal
© 2026 /presidenri.go.id; YouTube Sekretariat Presiden
Lantas, siapa K.H. Hasan Abdullah Sahal?
Putra keenam salah satu pendiri Gontor
K.H. Hasan Abdullah Sahal lahir di Desa Gontor pada 24 Mei 1947. Ia merupakan putra keenam K.H. Ahmad Sahal, salah satu dari tiga pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor bersama K.H. Zainuddin Fananie dan K.H. Imam Zarkasyi, seperti dilansir dari gontor.ac.id.
Riwayat pendidikan Kiai Hasan dimulai di lingkungan Gontor. Ia menyelesaikan pendidikan dasar pada 1959 dan tiga bulan sebelum kelulusannya sudah diterima di KMI (Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah), lembaga pendidikan tingkat menengah di Pondok Modern Darussalam Gontor yang menggabungkan pengajaran ilmu pengetahuan Islam dengan pembentukan kepribadian dan sikap mental, dikutip dari gontor.ac.id.
Kiai Hasan kemudian menyelesaikan pendidikan KMI pada 1965. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Institut Pendidikan Darussalam (IPD), perguruan tinggi yang didirikan Pondok Modern Darussalam Gontor pada 17 November 1963. Pada awal berdirinya, IPD memiliki dua fakultas, yakni Ushuluddin dan Tarbiyah, sebagai bagian dari cita-cita Gontor mengembangkan pendidikan tinggi Islam. Kiai Hasan mengambil studi di Fakultas Ushuluddin sekaligus mengajar di KMI selama sekitar dua setengah tahun.
Pada 1967, Kiai Hasan melanjutkan pendidikan di Fakultas Da'wah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah. Ia kemudian mengambil spesialisasi hadits di Universitas Al-Azhar, Mesir, pada 1992.
Menjadi pimpinan Gontor sejak 1985
Kiai Hasan tercatat menjadi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak 1985. Saat pertama kali ditunjuk, ia memimpin bersama K.H. Shoiman Luqmanul Hakim dan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.
Dalam profil resmi Gontor gontor.ac.id, Kiai Hasan saat ini tercatat memimpin PMDG bersama Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi dan Drs. K.H. Muhammad Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed.
Selain menjadi pimpinan Gontor, Kiai Hasan juga tercatat sebagai pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah Coper, Jetis, Ponorogo, pada 1989. Pada 1992, ia mendirikan sekaligus menjadi pengasuh Pondok Tahfidz Qur'an Al-Muqoddasah Nglumpang, Mlarak.
Profil resmi Gontor juga mencatat Kiai Hasan sebagai dosen Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor sejak 1977. Sebagai informasi, ISID sebelumnya IPD lalu bertransformasi menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Kiai Hasan memiliki sejumlah karya tulis, antara lain Membina Keluarga Muslim, Pegangan Para Qori', Obsesi Kiai Hasan Abdullah Sahal, Ceramah-ceramah Kontemporer, serta Allamatnil Hayah (Kehidupan Mengajariku I, II, dan III).
Pernah berdakwah ke sejumlah negara
Aktivitas Kiai Hasan tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan Gontor. Dalam profil resmi gontor.ac.id, ia tercatat mengikuti Seminar Bahasa Arab di Brunei Darussalam pada 1993.
Ia juga tercatat melakukan kegiatan dakwah di Malaysia pada 1999, Hong Kong pada 1999 dan 2000, Korea Selatan pada 1999, serta Jepang pada 2001.
Sejumlah kunjungan luar negeri lainnya tercatat dilakukan ke Singapura pada 1999. Pada 2002, Kiai Hasan mengunjungi Yordania, Suriah, Israel, Turki, Jerman, Prancis, dan Belgia. Setahun kemudian ia berkunjung ke Australia. Profil tersebut juga mencatat kunjungannya ke Arab Saudi, Mesir, Thailand, India, dan Pakistan.
Pidatonya dipuji Presiden Prabowo
K.H. Hasan Abdullah Sahal
© 2026 /presidenri.go.id; YouTube Sekretariat Presiden
Dalam acara 100 tahun Gontor, Kiai Hasan menyampaikan sambutan sebelum Presiden Prabowo memberikan pidato. Prabowo kemudian menyinggung gaya penyampaian Kiai Hasan.
"Tadi Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal telah memberi sambutan, dan sambutannya sangat modern serta sangat efisien," kata Prabowo dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyoroti cara Kiai Hasan menyapa para tamu. Menurut Prabowo, Kiai Hasan hanya menggunakan sapaan "yang terhormat" sekali dalam sambutannya sehingga pidato dapat disampaikan lebih singkat.
“Jadi hanya yang terhormatnya satu saja. Yang lain yang terhormat, bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin, hadirat, ini sangat efisien,” lanjut Presiden.
Peringatan 100 tahun Gontor
K.H. Hasan Abdullah Sahal
© 2026 /presidenri.go.id; YouTube Sekretariat Presiden
Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Ponorogo, pada Sabtu (19/9/2026).
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu abad Gontor yang berlangsung pada 18–20 September 2026. Dalam acara itu, Kiai Hasan menyampaikan sambutan mengenai perjalanan dan makna satu abad pengabdian PMDG.
Setelah memberikan sambutan, Kiai Hasan menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia kepada Presiden Prabowo. Sementara Mushaf Gontor diserahkan oleh Pimpinan PMDG K.H. Muhammad Akrim Mariyat, dikutip dari laman presidenri.go.id.
Recommended By Editor
- Sudah rapi berseragam Bhayangkari, bidan ini mendadak harus tangani persalinan bayi prematur 7 bulan
- Pemilik toko di Reo Manggarai tetap buka pasca gempa untuk bantu warga: Bukan saya mau cari untung
- Kena paku di kaki saat upacara penurunan bendera, anggota Paskibra tetap tegap hingga tugas selesai
- Guru honorer bergaji Rp275 ribu dibagi untuk kuota, orang tua, hingga umrah, diapresiasi Ivan Gunawan
- 5 Rekomendasi tas backpack wanita untuk ke kantor, stylish dan tetap awet diajak kerja keras
- Aksi Kades Bedingin Ponorogo percaya diri pidato bahasa Inggris sambut tamu asing saat acara nikahan




