Brilio.net - Menanam tanaman pangan tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Salah satu jenis umbi yang dapat dibudidayakan di pekarangan berukuran terbatas adalah kimpul. Tanaman ini dapat tumbuh di area yang tidak mendapat sinar matahari penuh sehingga menjadi pilihan bagi rumah dengan halaman sempit.
Selain mudah dirawat, kimpul juga bisa ditanam menggunakan berbagai wadah, seperti pot, polybag, karung, maupun ember bekas. Dengan media tanam yang sesuai dan perawatan rutin, tanaman ini dapat dipanen dalam beberapa bulan.
Berikut rangkuman cara menanam kimpul di pekarangan rumah kecil yang dilansir dari Liputan6, Rabu (5/8/2026).
Pilih Bibit Kimpul yang Masih Sehat
Tahap pertama dimulai dengan memilih bibit yang berkualitas. Bibit umumnya berasal dari umbi yang sudah tua dan mulai memunculkan mata tunas. Umbi seperti ini bisa diperoleh dari sisa panen atau dibeli di pasar yang menjual hasil pertanian.
Pastikan umbi masih padat saat ditekan, tidak berlubang, tidak berjamur, dan tidak mengeluarkan aroma yang menandakan pembusukan. Umbi yang kondisinya baik memiliki peluang tumbuh lebih optimal dibanding umbi yang sudah mengalami kerusakan.
Jika menggunakan umbi berukuran besar, bibit dapat dipotong menjadi beberapa bagian dengan syarat setiap potongan masih memiliki mata tunas. Setelah dipotong, diamkan sekitar satu hari di tempat teduh hingga permukaan bekas potongan mengering untuk membantu mengurangi risiko busuk saat ditanam.
Siapkan Media Tanam yang Gembur
Media tanam menjadi faktor penting untuk mendukung pembentukan umbi. Campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang atau kompos dapat digunakan agar media tetap gembur sekaligus mampu menyimpan kelembapan.
Apabila pekarangan terbatas, media tanam bisa dimasukkan ke dalam pot besar, polybag, ember bekas, maupun karung. Pastikan wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang karena kelembapan berlebih dapat memicu pembusukan umbi.
Sebelum dipakai, media tanam sebaiknya didiamkan selama beberapa hari agar campuran tanah dan pupuk lebih menyatu.
Tentukan Wadah atau Lokasi Penanaman
Kimpul dapat ditanam langsung di tanah maupun di dalam wadah. Untuk penanaman dalam pot atau wadah lain, ukuran dengan diameter sekitar 30 sentimeter sudah cukup untuk satu tanaman.
Jika ditanam langsung di pekarangan, beri jarak sekitar 50 sentimeter antar tanaman agar pertumbuhan daun tidak saling menutupi dan sirkulasi udara tetap terjaga.
Lokasi tanam juga perlu diperhatikan. Area yang mendapat naungan sebagian, misalnya di dekat pagar atau bawah pohon, dinilai lebih sesuai dibanding lokasi yang terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.
Cara Menanam Bibit Kimpul
Setelah media siap, buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Masukkan umbi dengan posisi mata tunas menghadap ke atas agar tunas lebih mudah tumbuh ke permukaan.
Tutup kembali menggunakan tanah tanpa memadatkannya terlalu kuat. Setelah itu, lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan media.
Dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu, tunas biasanya mulai muncul. Selama masa awal pertumbuhan, usahakan wadah tidak sering dipindahkan agar perkembangan akar tidak terganggu.
Lakukan Perawatan Secara Berkala
Perawatan kimpul relatif sederhana. Penyiraman umumnya dilakukan sekali sehari, terutama pada pagi atau sore hari, dengan menyesuaikan kondisi media agar tidak terlalu kering maupun terlalu basah.
Pupuk kandang atau kompos dapat diberikan sekitar satu bulan sekali. Taburkan pupuk di sekitar batang tanpa mengenai umbi secara langsung.
Selain itu, gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara berkala agar tidak bersaing menyerap air dan unsur hara dari media tanam.
Kapan Kimpul Siap Dipanen?
Kimpul umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar tujuh hingga sembilan bulan. Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah daun bagian bawah mulai menguning dan layu.
Saat panen, gali tanah secara perlahan dari bagian samping agar umbi tidak tergores. Umbi yang tetap utuh biasanya memiliki daya simpan lebih baik.
Setelah diangkat, bersihkan sisa tanah yang menempel lalu keringkan di tempat teduh sebelum disimpan atau diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sayur bersantan, kolak, maupun keripik.
Ringkasan Tahapan Menanam Kimpul
Tips agar Kimpul Tumbuh Optimal
FAQ
1. Apakah kimpul bisa ditanam sepanjang tahun?
Kimpul dapat ditanam pada berbagai musim, tetapi kondisi media tanam dan ketersediaan air tetap perlu diperhatikan agar pertumbuhannya optimal.
2. Berapa ukuran pot yang ideal untuk menanam satu kimpul?
Pot atau wadah berdiameter sekitar 30 sentimeter umumnya cukup untuk satu tanaman.
3. Apakah kimpul membutuhkan penyiraman setiap hari?
Penyiraman disesuaikan dengan kondisi media tanam. Tujuannya menjaga kelembapan tanpa membuat air menggenang.
4. Apa perbedaan kimpul dengan talas?
Keduanya sama-sama tanaman umbi dari keluarga talas, tetapi memiliki karakter umbi, daun, dan tekstur yang berbeda tergantung varietasnya.
5. Apakah kimpul bisa diperbanyak dari umbi hasil panen?
Bisa. Umbi yang sehat dan memiliki mata tunas dapat dimanfaatkan kembali sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya.
Recommended By Editor
- Apa itu kimpul? Umbi lokal yang kini ramai dibahas karena bisa jadi pengganti kentang
- Cara menanam umbi di rumah agar panen dalam 3 bulan, cocok untuk lahan sempit
- Nggak perlu beli kolagen bubuk, ini cara atasi kulit kendur dan keriput pakai pakai 1 umbi-umbian
- Cara baru hilangkan flek hitam wajah tanpa perlu ke klinik, ampuh cuma pakai 1 jenis umbi-umbian ini
- Cara memilih singkong yang bagus dan tidak pahit, jangan salah pilih, ini ciri-cirinya

