Brilio.net - Bonggol selada yang tersisa setelah bagian daunnya digunakan tidak harus langsung berakhir di tempat sampah. Bagian pangkal tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tunas baru dengan metode sederhana yang dapat dilakukan di rumah.

Cara menanam selada dari bonggol bekas bisa dimulai menggunakan air sebelum tanaman dipindahkan ke media tanam. Metode ini cocok untuk memanfaatkan sisa sayuran sekaligus menjadi cara sederhana untuk mencoba menanam bahan pangan di ruang terbatas.

Keberhasilan pertumbuhannya tetap dipengaruhi kondisi bonggol, kebersihan air, media tanam, cahaya, serta perawatan setelah tanaman mulai tumbuh. Dilansir dari Liputan6, Jumat (21/8/2026), berikut tujuh langkah yang bisa dilakukan untuk menanam selada dari bonggol bekas.

1. Pilih bonggol selada yang masih segar

Tidak semua sisa bonggol memiliki kondisi yang sama. Pilih pangkal selada yang masih terlihat segar, tidak berlendir, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Cuci bagian bonggol terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel. Setelah itu, potong dengan rapi dan sisakan sekitar 5–7 cm bagian pangkal.

Bagian tengah bonggol sebaiknya tetap utuh karena tunas baru dapat tumbuh dari area tersebut.

2. Rendam bonggol dalam air bersih

Setelah disiapkan, bonggol dapat digunakan untuk tahap awal pertumbuhan menggunakan air. Siapkan wadah dangkal, gelas, mangkuk, atau wadah bekas yang bersih.

Tuangkan air secukupnya, sekitar 1–2 cm, lalu tempatkan bonggol dengan bagian pangkal menghadap ke bawah. Jangan sampai seluruh bonggol terendam karena bagian yang terlalu banyak terkena air berisiko membusuk.

Letakkan wadah di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Air juga perlu diganti secara rutin agar tetap bersih.

Dalam beberapa hari, tunas hijau dapat mulai terlihat di bagian tengah bonggol. Akar baru juga berpotensi tumbuh dan memanjang.

3. Pindahkan ke media tanam setelah akar berkembang

Bonggol tidak harus terus dibiarkan berada di air. Setelah akar mulai tumbuh dan tunas baru terlihat, tanaman dapat dipindahkan ke media tanam agar memperoleh ruang serta nutrisi yang lebih memadai.

Gunakan pot, polybag, botol bekas, atau wadah lain yang memiliki saluran pembuangan air. Media dapat dibuat dari campuran tanah, kompos, dan sekam.

Perbandingan media berupa 2 bagian tanah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian sekam. Saat memindahkan tanaman, lakukan perlahan supaya akar muda tidak rusak.

4. Atur cahaya agar selada tidak mudah layu

Setelah masuk ke media tanam, penempatan wadah menjadi bagian penting dalam perawatan. Selada membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan daunnya.

Tempat yang mendapatkan cahaya matahari pagi hingga siang dapat digunakan untuk meletakkan tanaman. Area yang menghadap ke timur juga bisa menjadi salah satu pilihan.

Namun, kondisi lingkungan tetap perlu diperhatikan. Jika tanaman berada dalam cuaca yang sangat panas, paparan langsung yang berlebihan dapat membuat selada lebih cepat kehilangan air.

5. Jaga kelembapan media tanam

Selada membutuhkan pasokan air yang cukup. Media yang terlalu kering dapat membuat tanaman cepat layu, sedangkan air yang berlebihan juga perlu dihindari.

Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore. Ketika cuaca sangat panas, kebutuhan air bisa meningkat sehingga kondisi media perlu lebih sering diperiksa.

Daripada hanya berpatokan pada jadwal, perhatikan juga kondisi tanah. Jika permukaannya mulai mengering, tanaman dapat disiram secukupnya.

6. Berikan nutrisi secara berkala

Pertumbuhan selada tidak hanya bergantung pada air dan cahaya. Setelah tanaman berkembang di media tanam, kebutuhan unsur hara juga perlu diperhatikan.

Penggunaan pupuk NPK atau urea yang dilarutkan dalam air. Namun, dosis dan frekuensi pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan petunjuk pada produk yang digunakan agar tidak berlebihan.

Perawatan juga bisa dilakukan dengan membuang bagian tanaman yang rusak dan memastikan area sekitar pot tidak dipenuhi gulma.

7. Panen daun yang sudah cukup besar

Selada dari bonggol dapat mulai dipanen setelah tanaman berkembang di media tanam. Waktu panen sekitar 2–4 minggu setelah dipindahkan ke media tanah.

Cara panen dapat dilakukan dengan mengambil daun bagian luar menggunakan gunting bersih. Daun yang sudah cukup besar bisa dipetik terlebih dahulu sehingga bagian tanaman yang masih muda tetap tumbuh.

Jangan menunda panen terlalu lama ketika tanaman sudah memasuki ukuran yang siap dikonsumsi. Kondisi daun dapat berubah jika tanaman dibiarkan terlalu lama atau menghadapi suhu yang terlalu panas.

Catatan penting sebelum mencoba

Metode menanam dari bonggol bukan berarti setiap sisa selada pasti akan tumbuh menjadi tanaman baru. Kondisi bonggol saat mulai ditanam, kebersihan air, perkembangan akar, dan perawatan setelah dipindahkan turut menentukan hasilnya.

Jika bonggol sudah membusuk atau bagian tengahnya rusak, peluang tumbuh kembali tentu berbeda dengan bonggol yang masih segar dan memiliki bagian tengah utuh.

FAQ

1. Bonggol selada seperti apa yang sebaiknya tidak digunakan?

Bonggol yang sudah berlendir, berbau tidak normal, atau mengalami pembusukan sebaiknya tidak dipilih. Kondisi awal bonggol menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai proses penanaman.

2. Kenapa bonggol perlu dicuci sebelum direndam?

Pencucian membantu menghilangkan kotoran dan sisa bahan yang masih menempel pada bagian pangkal. Langkah ini juga membuat wadah perendaman lebih mudah dijaga kebersihannya.

3. Apakah wadah untuk menanam selada harus selalu berupa pot?

Tidak. Wadah bekas seperti botol atau wadah lain dapat dimanfaatkan selama ukurannya sesuai dan tersedia lubang untuk mengalirkan kelebihan air.

4. Mengapa akar selada perlu dijaga saat dipindahkan?

Akar yang baru tumbuh masih rentan mengalami kerusakan. Pemindahan secara hati-hati membantu menjaga bagian akar tetap utuh ketika tanaman mulai beradaptasi dengan media tanam baru.

5. Apakah satu bonggol bisa menghasilkan selada dengan ukuran seperti tanaman dari benih?

Tidak bisa disamakan secara pasti. Bonggol bekas digunakan untuk menumbuhkan kembali bagian tanaman yang tersisa, sedangkan pertumbuhan dan ukuran akhir selada tetap dipengaruhi kondisi tanaman serta perawatan selama budidaya.