Brilio.net - Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia, Dirgayuza Setiawan, membagikan cerita mengenai kebiasaan makan Presiden Prabowo Subianto saat menjalankan perjalanan dinas menggunakan pesawat. Kisah tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya dan mengungkap bahwa ada beberapa menu yang hampir selalu menemani Presiden dalam berbagai kesempatan.

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

Selain mengungkap menu favorit Presiden, Dirgayuza juga menceritakan bagaimana makanan tersebut menyimpan makna yang lebih dalam. Menurutnya, bukan hanya hidangan yang menjadi perhatian, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang selalu menyertai setiap perjalanan Presiden.

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

Bakso, Nasi Bakar, dan Kopi Hambalang Hampir Selalu Hadir

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

Dalam unggahannya di Instagram @dirgayuza, Rabu (18/6/2026), Dirgayuza menyebut bahwa orang-orang yang kerap makan bersama Presiden hampir selalu mengenal tiga menu utama yang rutin tersedia.

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

"Kalau bertanya kepada orang-orang yang sering makan bersama Presiden, mereka pasti menyebut tiga menu yang hampir selalu hadir: Kopi Hambalang, bakso, dan nasi bakar,” tulisnya mengawali caption unggahan foto-fotonya bersama chef kepresidenan, dikutip brilio.net dari @dirgayuza, Kamis (19/6/2026)

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

Ia menjelaskan bahwa Kopi Hambalang memang sudah cukup sering menjadi pembahasan. Sementara itu, bakso dan nasi bakar juga hampir selalu tersaji, baik ketika Presiden berada di Istana maupun saat melakukan penerbangan.

Makanan Favorit Presiden Prabowo © 2026

Makanan Favorit Presiden Prabowo
© 2026 /Instagram/@dirgayuza

Untuk perjalanan udara, hidangan tersebut disiapkan oleh tim chef on board Garuda Indonesia. Salah satunya adalah Chef Yudi Mulyadi yang telah bertugas di maskapai nasional tersebut sejak tahun 2012.

Bahan Masakan Dibawa Langsung dari Indonesia

Dirgayuza juga mengungkap proses penyajian makanan Presiden ketika melakukan penerbangan jarak jauh. Demi menjaga cita rasa khas Indonesia, berbagai bahan masakan bahkan dibawa langsung dari Tanah Air.

Ia menyebut bahwa terdapat kondisi menarik selama penerbangan.

"Untuk penerbangan jarak jauh, bahan-bahan masakan bahkan harus dibawa dari Indonesia. Ada satu fakta menarik: area crew rest sering berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan bahan makanan agar cita rasa Indonesia tetap terjaga di mana pun Presiden berada,” sambung Dirgayuza.

Cara tersebut dilakukan agar kualitas rasa makanan tetap konsisten meski Presiden sedang berada di luar negeri.

Di balik sajian makanan yang selalu hadir, Dirgayuza menilai ada satu "menu" yang justru paling berkesan. Menu tersebut bukan berupa hidangan, melainkan pelajaran hidup yang diwariskan kepada Presiden.

"Tetapi sesungguhnya, menu paling menarik di meja makan Presiden tidak pernah tercantum dalam buku menu,” lanjut Dirgayuza.

Menurutnya, "chef" dari menu tersebut bukan berasal dari dapur Istana, melainkan R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri BNI sekaligus kakek Presiden Prabowo. Dari sosok tersebut dan berbagai guru yang ditemui sepanjang hidupnya, Presiden mempelajari banyak falsafah Jawa yang memengaruhi cara berpikir dan kepemimpinannya.

Falsafah Jawa yang Sering Dikutip Presiden

Dirgayuza kemudian membagikan sejumlah falsafah Jawa yang disebut sering disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan.

Salah satunya adalah:

"becik ketitik ala ketara — yang baik akan terlihat, yang buruk akan terungkap."

Selain itu terdapat falsafah:

"sabdo pandito ratu — ucapan pemimpin adalah janji."

Presiden juga disebut sering mengingatkan pentingnya bekerja tanpa mengejar pujian.

"rame ing gawe sepi ing pamrih — banyak bekerja, sedikit menuntut pujian."

Dalam keseharian, Presiden turut mengingatkan nilai:

"ojo dumeh dan ojo ngoyo: jangan sombong, jangan memaksakan kehendak di luar kemampuan."

Sementara dalam kepemimpinan, salah satu prinsip yang kerap dikutip adalah:

"ing ngarsa sung tulada — pemimpin harus memberi teladan."

Tentang kehidupan, Presiden juga mengingatkan:

"sugih tanpo bondo — kaya tanpa harta."

Sedangkan dalam perjuangan politik, falsafah yang sering disampaikan yaitu:

"menang tanpo ngasorake — menang tanpa merendahkan lawan."

Ukuran Kepemimpinan Menurut Presiden

Menurut Dirgayuza, seluruh falsafah tersebut bermuara pada satu ukuran sederhana yang kerap disampaikan Presiden.

"yen wong cilik iso gumuyu. Jika rakyat kecil bisa tersenyum, berarti kita berada di jalan yang benar."

Ia menutup ceritanya dengan menyampaikan bahwa bakso, nasi bakar, dan Kopi Hambalang menjadi terasa lebih istimewa karena bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga selalu mengingatkan pada nilai-nilai kehidupan yang menyertainya.

"Mungkin itulah sebabnya bakso, nasi bakar, dan Kopi Hambalang terasa istimewa di meja Presiden. Karena yang mengenyangkan bukan hanya makanannya, tetapi juga bekal ilmu yang menyertainya,” pungkas Dirgayuza dalam caption-nya.