Brilio.net - Mencari ikan di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau berubah menjadi pengalaman mencekam bagi sekelompok nelayan di Lampung Selatan. Saat gunung api tersebut tengah erupsi, kapal yang mereka gunakan tiba-tiba dihujani material vulkanik.
Detik-detik tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman, material berukuran kecil tampak berjatuhan di sekitar kapal dan menghantam permukaan laut hingga menimbulkan percikan.
Suasana di atas kapal pun berubah panik. Seorang nelayan terdengar berulang kali meminta pertolongan kepada Tuhan sambil memperingatkan adanya batu yang berjatuhan.
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Video tersebut sebelumnya diunggah akun TikTok @cctv.bakauheni pada 5 September 2026. Dalam rekaman itu juga terdengar narasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau, abu yang tebal, serta imbauan agar nelayan berhati-hati.
Nelayan Panik Saat Material Vulkanik Berjatuhan
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Rekaman memperlihatkan kondisi laut di sekitar kapal yang dipenuhi material yang jatuh dari arah Gunung Anak Krakatau. Batu-batu kecil terlihat menghantam permukaan air dalam jumlah banyak.
Situasi tersebut membuat nelayan yang berada di kapal berusaha mencari keselamatan.
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Dalam video terdengar suara nelayan berteriak, “Ya Allah, selamatkan ya Allah!"
Teriakan lain juga terdengar ketika material mulai berjatuhan.
"Jauh-jauh dari bahaya, ya Allah!" suara orang yang sama dalam video viral tersebut.
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Di tengah kepanikan, seorang nelayan juga menceritakan singkat apa saja yang tengah ia alami dan lihat bersama kawan-kawannya di tengah laut, tak jauh dari Anak Krakatau.
Narasi dalam video menyebut Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi dan abu terlihat tebal. Nelayan tersebut juga mengingatkan sesama nelayan agar lebih berhati-hati ketika berada di sekitar kawasan tersebut.
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Kepala Pos SAR Bakauheni Benarkan Kejadian
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan adanya kelompok nelayan yang terjebak hujan material vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026).
Meski berada dalam situasi berbahaya, seluruh nelayan yang berada di kapal tersebut dilaporkan selamat.
"Benar, itu terjadi pada hari ini. Jadi kami mendapatkan informasi bahwa ada kelompok nelayan yang terjebak hujan batu di lokasi sekitar Anak Gunung Krakatau yang sedang erupsi. Alhamdulillah mereka selamat," kata Rezie, dikutip dari Liputan6.com, Minggu (6/9/2026).
Nelayan Diminta Tidak Mendekati Radius 3 Kilometer
kapal nelayan dihujani batu Anak Krakatau
© 2026 /TikTok/@cctv.bakauheni
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau masih memiliki potensi bahaya selama aktivitas vulkanik berlangsung.
Rezie meminta masyarakat, terutama nelayan, mematuhi larangan mendekati kawasan gunung api tersebut.
Jarak 3 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau disebut sebagai area yang tidak boleh didekati.
"Aturan sudah jelas, jarak 3 kilometer tidak boleh sama sekali mendekat. Jadi tolong kepada semua masyarakat patuhi larangan tersebut, jangan sampai karena kecerobohan nanti merugikan banyak pihak," ujar Rezie, dikutip dari Liputan6.com.
Larangan tersebut penting diperhatikan karena risiko di sekitar gunung api tidak hanya berupa abu vulkanik. Material hasil erupsi juga dapat terlontar dan membahayakan orang yang berada terlalu dekat.
Arah Angin Ikut Jadi Perhatian
Selain lontaran material vulkanik, perubahan arah angin juga menjadi perhatian tim SAR. Pergerakan angin dapat membawa abu ke wilayah lain yang berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Rezie menyebut Pulau Sebesi sebagai salah satu wilayah yang perlu diwaspadai apabila arah angin berubah.
"Kami saat ini tetap siaga karena arah angin berubah. Pulau Sebesi bisa sangat terdampak jika ada perubahan angin, dampaknya bisa terkena hujan debu maupun material batu seperti pada video nelayan," ujarnya.
Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan terdampak perlu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan tidak mendekati area yang telah dinyatakan berbahaya.
FAQ
1. Apa yang terjadi pada kapal nelayan di sekitar Anak Krakatau?
Kapal sekelompok nelayan dihujani material vulkanik saat berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi. Seluruh nelayan dilaporkan selamat.
2. Apakah nelayan boleh mendekati Gunung Anak Krakatau?
Kepala Pos SAR Bakauheni mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.
3. Apa bahaya yang perlu diwaspadai saat Anak Krakatau erupsi?
Selain material vulkanik yang terlontar, abu vulkanik juga dapat terbawa angin ke wilayah lain. Perubahan arah angin menjadi salah satu kondisi yang dipantau tim SAR.
Recommended By Editor
- 5 Cara aman hadapi abu vulkanik Anak Krakatau menurut Dokter Tirta, jangan asal sapu abu
- 6 Fakta erupsi Gunung Anak Krakatau, tak memicu tsunami
- 4 Gunung di Indonesia erupsi bersamaan, ini penjelasan PVMBG
- Video detik-detik erupsi Gunung Anak Krakatau terekam kamera
- Kata ahli vulkanologi soal sumber dentuman misterius di Jakarta
- PVMBG sebut dentuman terdengar di Jakarta bukan erupsi Anak Krakatau








