Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan juga merilis sebuah memorandum dan meminta publik untuk menggunakan 'Türkiye' untuk merujuk negara itu dalam setiap bahasa.
"Türkiye diterima sebagai istilah payung untuk negara kita di tempat-tempat nasional dan internasional," ungkap Erdoğan.
"Türkiye adalah representasi dan ekspresi terbaik dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai rakyat Turki," sambungnya.
Lebih lanjut, Erdogan juga mengimbau perusahaan untuk menggunakan label 'Made in Türkiye' untuk barang ekspor mereka. Selain itu, lembaga negara juga diinstruksikan untuk menggunakan 'Türkiye' dalam korespondensi mereka. Nama baru itu juga digunakan dalam kampanye pariwisata, dalam salah satu iklannya, ada orang-orang dari berbagai negara mengatakan "Halo Türkiye".
Recommended By Editor
- Traveling ke Jepang jangan lupa pakai BRI Kartu Kredit JCB Platinum, bertabur promo & benefit cashback
- Viral sertifikat vaksin zaman kekaisaran Turki, umurnya 113 tahun
- Jaga cashflow bulanan kini makin mudah dengan Program Cicilan BRI Kartu Kredit, bunga mulai 0%
- Momen 7 seleb kunjungi Hagia Sophia, Nagita Slavina tampil simpel
- Ratusan ibu-ibu rayakan HUT RI di Taman Ahmad Yani Medan bareng Mahsuri, yuk intip keseruannya!
- Zalim, romansa serial drama Turki yang menyita perhatian para dizi
- 5 Fakta sejarah Hagia Sophia di Turki, kini kembali jadi masjid
- Di masjid ini kucing dibiarkan tinggal berdampingan dengan jamaah

