Brilio.net - Pembawa acara kondang Ruben Onsu kembali menyampaikan rasa keberatan terhadap sikap Giorgio Antonio alias Gio, yang diketahui tengah menjalin kedekatan dengan Sarwendah Tan. Figur publik berusia 42 tahun tersebut menilai bahwa posisinya sebagai ayah biologis bagi anak-anaknya telah diusik dalam sebuah momen penting.

Melalui akun media sosial pribadi, sebuah rekaman video lama diperlihatkan untuk menggambarkan situasi ketika menghadiri pementasan seni balet yang diikuti oleh dua putrinya, Thalia dan Thania. Kedatangan tersebut sejatinya diniatkan untuk memberikan kejutan serta rangkaian bunga. Kendati demikian, situasi di lapangan dirasa kurang menyenangkan lantaran adanya pengawasan ketat dari pihak Gio.

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah © 2026 brilio.net

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

Dalam keterangannya, ada upaya untuk berinteraksi sekaligus mengabadikan foto bersama Thania setelah sang putri menyelesaikan penampilannya. Saat mencoba menghubungi pengasuh anak guna kelancaran pertemuan, tindakan tersebut justru memicu teguran dari mantan istri lewat pesan voice note. Meski demikian, dokumentasi bersama anak bungsu tetap berhasil dilakukan, walaupun diiringi oleh rasa tidak nyaman akibat tindakan pembuntutan.

“Akhirnya saya ketemu Thania, foto-foto bareng. Saat proses ketemuan saya dan Thania, kita dipantau atau diikuti terus sama Gio. Saya hanya mikir, ada apa sih? Kan saya ayahnya dan punya hak untuk bersama anak saya,” tulis Ruben dalam unggahannya, Senin (22/6/2026), dikutip brilio.net dari Instagram @ruben_onsu.

Hambatan Saat Berjumpa dengan Thalia dan Thania

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah © 2026 brilio.net

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

Suasana canggung kembali terjadi ketika momen makan bersama anak bungsu sedang berlangsung. Sarwendah dilaporkan hadir secara mendadak dan langsung membawa Thania pergi dari lokasi tersebut, yang kemudian diikuti oleh sang anak dengan ekspresi enggan.

Tidak hanya sampai di situ, hambatan lain juga dirasakan ketika berniat menemui putri sulungnya, Thalia. Penantian di area pintu keluar tidak membuahkan hasil karena sang anak tidak kunjung tampak. Informasi berikutnya menunjukkan bahwa Thalia tengah melangsungkan sesi foto bersama kelompok ibunya. Pertemuan singkat akhirnya bisa terwujud sebelum sang anak meninggalkan area pementasan.

Rangkaian peristiwa ini memicu rasa jengah mendalam karena fungsi selaku ayah kandung seolah dikesampingkan, terlebih dengan adanya pengawasan yang dirasa berlebihan.

“Yang menjadi urusan saya sebagai ayah adalah ketika Anda mulai mengambil bagian dalam peran yang bukan hak Anda. Tidak perlu menjaga atau mengawasi seolah-olah saya ini penjahat atau penculik,” tegasnya di keterangan unggahan.

Kritik Terbuka Terhadap Tindakan Giorgio Antonio

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah © 2026 brilio.net

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

Aksi penyampaian kritik secara terbuka ini bukanlah hal pertama yang dilakukan. Sebelumnya, sorotan juga pernah diarahkan pada aktivitas pembuatan konten promosi yang dilakukan oleh Gio di kediaman yang disediakan untuk Sarwendah.

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah © 2026 brilio.net

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah © 2026 brilio.net

ruben onsu merasa diawasi pacar sarwendah
© 2026 Instagram/@ruben_onsu

Teguran keras dilayangkan karena tindakan tersebut dinilai melampaui batas, terutama berkaitan dengan kabar mengenai adanya panggilan khusus dari anak-anak yang mengarah pada status orang tua kepada Gio.

“Saran saya, fokuslah lebih dahulu pada hubungan yang resmi dan berkeluarga, sehingga dapat memahami bagaimana rasanya menjadi orang tua, serta tidak lagi bermain peran yang dapat membingungkan anak saya,” tulis Ruben di Instagram, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan tertulis yang diunggah pada Senin (22/6/2026) menegaskan batasan wilayah yang seharusnya dihormati oleh pihak luar yang belum memiliki ikatan hukum resmi dengan keluarga tersebut. Rekaman pementasan balet yang bertandakan tanggal 12 Oktober 2025 baru dibuka saat ini sebagai respons Ruben atas berkembangnya situasi di lingkungan domestik mereka.

"Ini yang sudah terlalu jauh bermain “rumah-rumahan”, sampai lupa bahwa saya adalah orang tua kandungnya, sementara Anda belum menjadi orang tuanya. Anda sudah merusak momen saya bersama anak saya dan terlalu jauh ikut campur dalam urusan yang bukan menjadi bagian Anda," tulis Ruben di laman Instagramnya.

Ia juga memberikan poin penegasan mengenai status pemenuhan kewajiban finansial serta penyelesaian urusan masa lalu pasca-perceraian yang seharusnya tidak lagi dicampuradukkan dengan persoalan pengasuhan anak.

"...Dalam acara ini saya masih memberikan nafkah dan saya adalah ayah kandungnya. Kalau soal hubungan kalian, silakan, itu bukan urusan saya. Namun yang menjadi urusan saya sebagai ayah adalah ketika Anda mulai mengambil bagian dalam peran yang bukan hak Anda. Tidak perlu menjaga atau mengawasi seolah-olah saya ini penjahat atau penculik.
Jangan merasa paling hebat. Saya peringatkan, ya. Sama seperti yang kalian lakukan dengan membuat obrolan di siaran langsung yang mengarah kepada saya, lalu berulang kali membahas alasan perceraian kami. Hei, kami sudah bercerai dan itu sudah selesai. Silakan lanjutkan hidup masing-masing.
Di sini yang dibahas adalah tentang anak. Jangan membawa pembahasan kenapa alasan bercerai ? gak nyambung , semua sudah selesai, silahkan dilanjutkan dgn caramu krn itu bukan urusanku…,” lanjut tulisan tersebut.

…Jangan bangga karena merasa memiliki atau mengetahui rahasia orang lain. Belum tentu apa yang kalian anggap aib adalah aib di mata Tuhan. Jangan sampai suatu hari justru aib kalian sendiri yang dibukakan oleh Tuhan, lalu kembali menuduh orang lain sebagai buzzer.
Dalam keyakinan apa pun, saya yakin ada ajaran untuk menjaga lisan dan menghormati sesama. Karena itu, baca baik-baik tulisan saya ini.
Alhamdulillah, saya bersyukur bisa melewati masa lalu saya. Saya sudah menjalaninya dan belajar darinya. Masa lalu seseorang bukanlah tanggung jawab kita untuk terus diungkit, tetapi menjadi pelajaran agar kita bisa melanjutkan hidup menuju masa depan yang lebih baik. Alhamdulillah, Allah telah mengubah hidup saya menjadi lebih baik,” pungkas Ruben dalam unggahannya perihal pertemuannya dengan anak saat pementasan balet.