- 1. Perjalanan ke Kalimantan sempat terganggu asap tebal
- 2. Sesampainya di Palangka Raya, Sherina langsung menemui tim di lapangan
- 3. Menyaksikan upaya pemadaman tak berhenti saat api padam di permukaan
- 4. Sherina ikut menghadapi asap tebal saat membantu pemadaman
- 5. Di perjalanan pulang, Sherina masih melihat titik api dan bara
- 6. Sherina ingin melihat langsung kondisi orangutan yang ikut terdampak asap
- 7. Ada agenda pemadaman sampai malam untuk menangani bara yang muncul kembali
- Dukungan Pawerful Voices untuk penanganan karhutla
- FAQ
Brilio.net - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat Sherina Munaf tak hanya menyuarakan kepedulian dari media sosial. Bersama gerakan Pawerful Voices, ia datang langsung ke lapangan dan melihat dari dekat bagaimana tim berjibaku menangani bara yang sulit benar-benar padam.
Pengalaman itu dibagikan melalui Instagram @pawerfulvoices dan @sherinamunaf pada Rabu (2/9/2026). Dari perjalanan menuju Palangka Raya hingga rencana mengunjungi pusat rehabilitasi orangutan, ada sejumlah cerita yang menggambarkan beratnya situasi karhutla di lapangan.
Berikut rangkuman cerita Sherina saat ikut serta bantu padamkan karhutla Kalteng sejak berangkat dari Jakarta sampai di lapangan, dihimpun brilio.net dari Instagram @pawerfulvoices; @sherinamunaf; dan KapanLagi.com, Kamis (3/9/2026).
1. Perjalanan ke Kalimantan sempat terganggu asap tebal
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Perjalanan Sherina menuju Kalimantan Tengah ternyata sudah memperlihatkan situasi karhutla sejak dari udara.
Aktris “Petualangan Sherina” itu menceritakan penerbangannya dari Jakarta sempat mengalami keterlambatan. Salah satu kendalanya adalah jarak pandang yang menurun akibat kepulan asap di sekitar wilayah tujuan.
Ketika pesawat mulai turun untuk mendarat, kondisi di bawah justru semakin sulit terlihat.
Sherina mengatakan pemandangan yang awalnya terlihat seperti kabut ternyata merupakan asap. Bahkan, bau asap disebut sampai terasa di dalam kabin pesawat.
Karena merasa tidak nyaman, Sherina langsung mengenakan masker.
"Dan bau asap itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker karena lama-lama gatal,” tuturnya dalam video yang dibagikan Instagram @pawerfulvoices.
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Menurut Sherina, daratan Kalimantan baru kembali terlihat ketika pesawat sudah semakin dekat dengan permukaan tanah.
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
2. Sesampainya di Palangka Raya, Sherina langsung menemui tim di lapangan
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Tak banyak waktu untuk beristirahat. Setelah tiba, Sherina bersama tim Pawerful Voices langsung bergerak menemui pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.
Ia mendatangi Dinas Kehutanan dan bertemu dengan para petugas yang bekerja menangani kebakaran.
Dalam kunjungan tersebut, Sherina memberikan dukungan moral sekaligus bantuan logistik bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Ia juga berkoordinasi dengan BKSDA Kalimantan Tengah untuk mengetahui lokasi yang akan menjadi fokus penanganan berikutnya.
"Selain dari itu kita juga ke BKSDA untuk koordinasi dengan tim BKSDA dan tim pemadam, titik mana yang akan mereka kunjungi besok,” jelasnya.
Kehadiran Sherina bersama tim Pawerful Voices menjadi bagian dari dukungan terhadap kerja lapangan yang dilakukan sejumlah pihak dalam menghadapi karhutla.
3. Menyaksikan upaya pemadaman tak berhenti saat api padam di permukaan
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Salah satu hal yang menjadi perhatian Sherina adalah bara yang berada di kawasan terdampak kebakaran.
Ia melihat langsung kondisi di sejumlah titik, termasuk kawasan Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu.
Di lahan gambut, persoalannya bukan hanya api yang terlihat dari permukaan. Bara yang masih berada di bawah tanah dapat kembali memicu munculnya api ketika kondisi mendukung.
Karena itu, proses pemadaman tidak berhenti hanya ketika api terlihat sudah tidak menyala.
Tim perlu memastikan tidak ada lagi asap yang keluar dari bawah permukaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah rewetting, yakni membasahi kembali area gambut untuk membantu mengurangi risiko bara kembali membesar.
Kondisi tersebut pula yang membuat penanganan di TWA Galeget Tiawu berlangsung berhari-hari. Dikutip dari KapanLagi.com, tim BKSDA Kalteng telah melakukan pemadaman selama delapan hari berturut-turut di kawasan tersebut. Api sempat padam selama dua hari sebelum kembali muncul karena bara masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut.
4. Sherina ikut menghadapi asap tebal saat membantu pemadaman
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Sherina juga mendatangi kawasan Bukit Rawi dan ikut membantu proses pemadaman bara.
Situasinya tidak mudah. Kepulan asap yang pekat membuat jarak pandang menjadi terbatas. Aktivitas pemadaman pun membutuhkan tenaga karena bara harus ditangani agar tidak kembali berkembang.
Pengalaman berada langsung di tengah kondisi tersebut membuat Sherina melihat persoalan karhutla dari jarak yang jauh lebih dekat.
Ia bahkan menyoroti bagaimana asap dari titik api yang ukurannya terlihat kecil ternyata bisa menghasilkan dampak yang terasa begitu kuat.
"Jadi aku ngelihat api yang sekecil itu aja impact asapnya udah parah banget, dan aku enggak kebayang warga di sana terdampaknya seperti apa tiap hari,” katanya.
5. Di perjalanan pulang, Sherina masih melihat titik api dan bara
Situasi karhutla juga masih terlihat ketika Sherina dalam perjalanan kembali.
Ia mendapat informasi mengenai sumber api di kawasan jalan lingkar luar. Api disebut sudah sempat dipadamkan, tetapi bekas area terbakar masih terlihat menghitam.
Sherina juga melihat beberapa titik kecil yang tampak seperti bara atau api yang kembali muncul.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena angin kencang berpotensi membuat bara kembali berkembang.
"Cuman karena angin kencang itu bisa menjadi api besar, gitu,” katanya.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla bukan sekadar memadamkan api yang terlihat. Setelah api mereda, area tetap perlu dipantau untuk memastikan tidak muncul kembali titik kebakaran.
6. Sherina ingin melihat langsung kondisi orangutan yang ikut terdampak asap
Sherina karhutla Kalteng
© 2026 /Instagram @pawerfulvoices
Perjalanan Sherina di Kalimantan Tengah tidak berhenti di lokasi pemadaman.
Ia juga menjadwalkan kunjungan ke pusat rehabilitasi BOSF di Nyaru Menteng untuk melihat bagaimana kondisi sekitar 200 individu orangutan yang berada di sana.
Sherina berencana melihat aktivitas Sekolah Hutan, tempat orangutan menjalani proses belajar agar dapat kembali hidup di alam liar.
Selain kondisi satwa, ia ingin mengetahui bagaimana tim BOSF melakukan langkah pencegahan ketika kawasan tersebut ikut terdampak asap.
"Kita akan ke Nyaru Menteng, ke pusat rehabilitasi BOSF untuk melihat sekolah hutan bagaimana beroperasi di kala seperti ini,” ujarnya.
Asap tidak hanya menjadi persoalan bagi manusia. Lingkungan tempat satwa menjalani rehabilitasi juga perlu mendapatkan perhatian ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran.
7. Ada agenda pemadaman sampai malam untuk menangani bara yang muncul kembali
Sherina juga menceritakan rencana perjalanan berikutnya bersama tim.
Setelah agenda di Nyaru Menteng, ia dijadwalkan kembali bersama Dinas Kehutanan untuk bertemu dengan tim lapangan dan menyalurkan bantuan logistik.
Sore harinya, rombongan berencana menuju Tambore, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Palangka Raya.
Lokasi tersebut menjadi salah satu area yang disebut mengalami persoalan bara yang berulang. Api telah dipadamkan, tetapi kemudian kembali muncul.
Sherina mengatakan dirinya berencana menyaksikan langsung upaya tim membuat sumur sebagai bagian dari penanganan di lokasi tersebut. Bahkan, kegiatan itu direncanakan berlangsung hingga dini hari.
"Di situ yang memang bermasalah banget apinya, kayak dipadamin terus entar muncul lagi,” jelasnya
Cerita Sherina memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan proses panjang. Api yang terlihat sudah padam belum tentu berarti persoalan selesai, terutama ketika bara masih tersimpan di bawah permukaan lahan.
Dukungan Pawerful Voices untuk penanganan karhutla
Selain terjun langsung, Pawerful Voices juga membuka penggalangan dana untuk mendukung penanganan karhutla.
Mengutip KapanLagi.com, dana tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari:
- peralatan pemadam;
- alat pelindung diri;
- mobilisasi dan logistik;
- patroli dan pemantauan;
- pembuatan sekat bakar;
- penanganan satwa terdampak;
- perawatan, rehabilitasi, evakuasi, hingga relokasi satwa.
Dukungan juga diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.
FAQ
1. Apa yang dilakukan Sherina Munaf di Kalimantan Tengah?
Sherina ikut membantu penanganan karhutla bersama Pawerful Voices dan sejumlah pihak, termasuk memberikan dukungan logistik serta membantu pemadaman di beberapa titik.
2. Kenapa api karhutla bisa kembali muncul setelah dipadamkan?
Pada lahan gambut, bara dapat tetap berada di bawah permukaan meski api di atas tanah terlihat sudah padam. Kondisi tersebut membuat pemadaman dan pemantauan perlu dilakukan berulang.
3. Mengapa Sherina mengunjungi Nyaru Menteng?
Sherina berencana melihat kondisi pusat rehabilitasi BOSF Nyaru Menteng, termasuk aktivitas Sekolah Hutan dan langkah pencegahan terhadap dampak asap bagi orangutan serta teknisi.
Recommended By Editor
- Apa itu ubi bombing yang disebut Presiden Prabowo? Inovasi tepung singkong untuk bantu padamkan api
- Prabowo dorong tepung ubi jadi bahan pemadam karhutla, minta diuji dan diproduksi skala besar
- Aksi anggota Sabhara padamkan karhutla Sumatera Selatan, rela terobos parit ambil air
- Taman Nasional Way Kambas kebakaran, 673,4 hektare area terbakar dan api masih dalam upaya dipadamkan
- 10 Potret perjuangan petugas padamkan karhutla Kalimantan & Sumatera, hadapi asap hingga terbatas air








