2 Bahan dapur ini bisa bunuh bakteri di spons cuci piring, tanpa perlu beli yang baru
Diperbarui 24 Apr 2026, 17:13 WIB
Diterbitkan 24 Apr 2026, 13:00 WIB

- Mengapa Spons Cuci Piring Mudah Jadi Sarang Bakteri?
- Haruskah Langsung Dibuang Kalau Belum 2 Minggu?
- 2 Bahan Dapur yang Ampuh Sterilkan Spons
- Langkah-Langkah Sterilkan Spons Cuci Piring
- Tips Tambahan agar Spons Lebih Awet dan Higienis
- Kapan Spons Harus Benar-Benar Diganti?
- FAQ: Pertanyaan Seputar Sterilisasi Spons Cuci Piring
Brilio.net - Mencuci piring tanpa spons rasanya kurang lengkap. Alat satu ini memang jadi andalan karena daya serapnya yang tinggi bisa mengangkat lemak dan kotoran membandel dari permukaan piring, gelas, hingga wajan. Tapi justru karena kegunaannya yang tinggi itulah, spons menjadi salah satu benda paling cepat kotor di dapur.
Mengapa Spons Cuci Piring Mudah Jadi Sarang Bakteri?
Setiap kali dipakai, spons menyerap sisa makanan, minyak, dan kotoran lainnya. Kondisi ini diperparah oleh tekstur spons yang porous dan selalu dalam keadaan lembap setelah digunakan. Kombinasi antara kelembapan, kehangatan, dan sumber makanan dari sisa cucian menjadikan spons sebagai tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak.
Penelitian dari National Sanitation Foundation (NSF) bahkan menyebutkan bahwa spons dapur termasuk salah satu benda paling penuh kuman di seluruh rumah — lebih banyak dari dudukan toilet sekalipun. Ini bukan soal jorok atau tidaknya pengguna, melainkan memang karakter alat tersebut.
Secara umum, spons disarankan untuk diganti setiap 2 hingga 4 minggu sekali. Namun kenyataannya, tidak semua spons bisa bertahan selama itu. Ketika digunakan untuk membersihkan peralatan masak yang sangat berminyak atau penuh noda gosong, spons bisa kehilangan higienitasnya jauh lebih cepat dari jadwal tersebut.
Haruskah Langsung Dibuang Kalau Belum 2 Minggu?
Tentu sangat disayangkan jika spons yang baru dipakai beberapa hari harus dibuang begitu saja. Terutama jika kondisi fisiknya — dari segi bentuk dan busa — masih terlihat layak pakai.
Di sinilah sterilisasi berperan penting. Alih-alih langsung membuang, spons bisa "dipulihkan" dengan cara yang tepat sehingga lebih higienis dan aman digunakan kembali. Ini juga langkah yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah rumah tangga.
2 Bahan Dapur yang Ampuh Sterilkan Spons
Trik ini pertama kali dibagikan oleh pengguna TikTok @tri_suwarti03 dan dengan cepat menarik perhatian banyak orang karena kesederhanaannya. Bahan yang dibutuhkan hanya dua:
- Garam dapur
- Cuka masak
Kedua bahan ini bukan sekadar bumbu. Garam memiliki sifat antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, sementara cuka bersifat asam dan efektif membunuh berbagai jenis kuman serta menetralisir bau tak sedap yang menempel pada spons.
Langkah-Langkah Sterilkan Spons Cuci Piring
Langkah 1: Beri Garam dan Cuka Langsung ke Spons
Taburkan sekitar 1 sendok makan garam ke permukaan spons. Ratakan, lalu remas-remas agar garam benar-benar meresap ke dalam pori-pori spons. Setelah itu, tuangkan 1 sendok makan cuka masak dan remas kembali hingga keluar busa.
Langkah 2: Rendam dalam Air Panas
Siapkan wadah yang cukup besar untuk menampung spons. Tambahkan garam dan cuka secukupnya ke dalam wadah, lalu tuangkan air panas. Masukkan spons ke dalam larutan ini dan pastikan seluruh bagian spons terendam. Diamkan selama 15 menit.
Mengapa air panas? Suhu tinggi membantu membuka pori-pori spons sehingga larutan garam dan cuka bisa masuk lebih dalam dan bekerja lebih efektif membunuh bakteri yang bersembunyi di dalamnya.
Langkah 3: Bilas dan Keringkan dengan Benar
Setelah 15 menit, remas spons di dalam wadah rendaman, lalu tiriskan dan buang air bekas rendaman. Bilas spons di bawah air mengalir sambil terus diremas hingga tidak ada lagi sisa garam atau cuka.
Langkah terakhir yang sering dilewatkan: jemur atau angin-anginkan spons sebelum dipakai kembali. Spons yang disimpan dalam kondisi basah akan kembali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dalam hitungan jam.
Tips Tambahan agar Spons Lebih Awet dan Higienis
Selain sterilisasi berkala, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa memperpanjang umur spons sekaligus menjaga kebersihannya:
- Bilas spons hingga bersih setiap selesai mencuci, lalu peras sampai tidak ada air yang tersisa.
- Simpan spons di tempat yang memiliki sirkulasi udara, bukan di sudut wastafel yang gelap dan lembap.
- Gunakan spons berbeda untuk peralatan berbeda — misalnya satu spons khusus untuk piring dan gelas, satu lagi untuk peralatan masak berminyak.
- Cium aroma spons secara berkala: bau masam atau apek yang tidak hilang meski sudah dibilas adalah tanda jelas spons sudah waktunya diganti.
- Jangan gunakan spons yang sama untuk membersihkan area lain seperti kompor atau meja dapur, karena kontaminasi silang bisa mempercepat kerusakan spons sekaligus menyebarkan bakteri.
Kapan Spons Harus Benar-Benar Diganti?
Sterilisasi bukan solusi permanen. Ada kondisi di mana spons memang tidak bisa diselamatkan lagi, antara lain:
- Sudah rusak secara fisik — robek, hancur, atau tidak bisa kembali ke bentuk semula
- Bau tidak sedap yang sangat menyengat dan tidak hilang meski sudah direndam dan dibilas
- Warna berubah secara tidak normal (noda hitam atau kehijauan bisa menandakan pertumbuhan jamur)
- Sudah dipakai lebih dari sebulan meskipun rutin disterilkan
Pada kondisi-kondisi tersebut, mengganti dengan spons baru adalah pilihan terbaik demi kesehatan seluruh keluarga.
FAQ: Pertanyaan Seputar Sterilisasi Spons Cuci Piring
1. Seberapa sering spons perlu disterilkan?
Idealnya, sterilisasi dilakukan dua hingga tiga kali seminggu, terutama jika spons sering digunakan untuk mencuci peralatan masak berlemak. Sterilisasi rutin jauh lebih efektif daripada menunggu spons berbau terlebih dahulu.
2. Apakah cuka putih biasa bisa digunakan, atau harus cuka masak khusus?
Cuka putih distilasi (yang biasa dijual di supermarket) bekerja sama efektifnya dengan cuka masak. Yang terpenting adalah kandungan asamnya, bukan mereknya.
3. Bisakah spons direndam lebih dari 15 menit agar lebih steril?
Merendam lebih lama — misalnya 30 menit — tidak masalah dan bahkan bisa memberikan hasil yang lebih baik untuk spons yang sangat kotor. Namun perendaman terlalu lama secara rutin bisa mempercepat kerusakan material spons itu sendiri.
4. Apa alternatif lain selain garam dan cuka untuk menyeterilkan spons?
Beberapa alternatif yang umum digunakan adalah merendam spons dalam larutan air dan baking soda, memasukkan spons basah ke dalam microwave selama 1–2 menit dengan daya tinggi, atau merendamnya dalam campuran air dan hidrogen peroksida. Masing-masing metode punya kelebihan tersendiri.
5. Apakah spons yang sudah disterilkan aman untuk mencuci peralatan bayi atau anak-anak?
Sterilisasi yang dilakukan dengan benar dapat secara signifikan mengurangi jumlah bakteri pada spons. Namun untuk keamanan ekstra pada peralatan makan bayi atau anak kecil, sangat disarankan menggunakan spons yang baru atau menyiapkan spons khusus yang disterilkan lebih sering.
RECOMMENDED ARTICLES
- Tatakan kompor hitam & berminyak? Begini cara kinclong lagi pakai campuran sabun dan baking soda
- Rahasia cobek batu baru awet dan steril, trik bersihkan sisa pasir pakai bahan dapur
- Trik mencuci serbet bau & bernoda tanpa sikat, hanya butuh deterjen, sabun cuci piring, dan air panas
- Bekas mentega super licin di alat masak? Ini cara bikin keset lagi tanpa ribet
- Jangan dibuang! Cara ampuh menghilangkan kerak hitam di bawah teflon dengan campuran bahan dapur
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Resep es teler rendah gula tapi tetap segar, bahannya bisa dari seadanya di kulkas
23 / 04 / 2026 19:00 WIB
17 Resep olahan ikan ala rumahan, lezat, praktis, dan selalu dinanti keluarga
23 / 04 / 2026 16:00 WIB
20 Resep aneka olahan ikan paling favorit, enak dan sederhana jadi lauk bergizi
23 / 04 / 2026 17:00 WIB
Resep siomay ikan homemade dengan bumbu kacang medok, cocok jadi camilan favorit
24 / 04 / 2026 10:00 WIB
















